Senin, 19 Maret 2012

MENGHADAPI UN DENGAN TENANG AND ENJOYY!!

   Hay tema-teman aku pipih herpiah kelas 9c,di sini aku akan menceritakan sedikit pengalaman yang akan aku lalui di SMP ini,ayo ikut bergabung yah di jamin pasti seruu,,,,hehehehe ...hemm apa sih menurut kalian UN itu???? kalau menurut aku UN itu adalah sesuatu ujian d mana kita sendiri yang akan menghadapinya,memang kebanyakan siswa-siswi mengangga UN itu sebagai suatu hal yang sangat menakutkan,tapi kalu misalnya kita sendiri yang menghadapinya kita harus siap dari segala sesuatunya,salah satunya kita harus mempersiapkan dari mualai mental,fisik,dan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari,kitak tidak perlu merasa gelisah,takut,sampai-sampai stress hanya memikirkan nya ...
    Ada tips nih buat teman-teman ku yang akan menghadapi UN 2012ini,kita harus mempersiapkan dari mulai mental secara kuat atau tidak tegang saat menghadapi UN 2012 nanti,terus mempersiapkan fisik dan persiapan kita dari jauh-jauh hari sebelum UN yang di hadapi,kurangi bermain kususnya buat anak cowo yang sekarang lagi ngincar-ngincar game online benar gak!!!  ttrus sering-sering membaca buku untuk menambah pengetahuan dan wawasan kalian ...,kitak tidak boleh merasa ter-tekan saat kita akan menghadapi UN nanti,kita hadapi dengan tenang dan enjoyy aja !!! khsusnya buat siswa-siswi yang akan menghadapi UN nanti ..hemmmmm mungkin hanya itu yang dapat aku berikan buat teman-teman ku yang akan menghadapi UN ...mudah-mudahan berguna buat kalian semua ,,terutama aku yah ,,,hehehehehhe:)D
                     AYO KITA HADAPI UN DENGAN TENANG AND ENJOYYYY ..!!!               
                                                       MENGHADAPI UN DENGAN TENANG
   hay teman-teman aku pipih herpiah kelas 9c,di sini aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku yang akan aku laaui di SMP ini,ayo ikut bergabung yah di jamin pasti seru ...hehehehhehe..hemmmm apa sih menurut kalian UN itu??? klau menurut aku UN itu adalah suatu ujian di mana kita sendiri yang akan menghadapinya,memang kebanyakan siswa-siswi menganggap UN itu sebagai suatu hal yang sangat di takuti,tapi kalu misalnya kita yang menghadapinya kitaharus siap dalam segala sesuatunya,salah satu nya kita harus mempersiapkan dari mulai fisik,mental,dan kesiapan kita dalam menghadapinya,kita tidak perlu merasa takut,gelisah,sampai-sampai ada yang stresss memikirkan UN ini..
   ada tips nih dari aku buat rekan-rekan ku yang akan menghadapi UN 2012 nanti,kita harus mempersiapkan sdari mulai mental secara kuat atau tidak tegang saat menghadapi UN,terus kesiapan fisik dan kesiapan kita harus di persiapkan dari jauh-jauh hari sebelum UN yang akan kita hadapi 

Minggu, 18 Maret 2012

                                                       



MENGHADAPI UN DENGAN TENANG
Hay teman-teman aku pipih herpiah kelas 9c, di sini aku akan menceritakan sedikit pengalaman yang akan aku lalui di SMP ini ,ayo ikut bergabung yah di jamin deh pasti seru..hehheheh…hemmmmmmmm apa  sih menurut kalian UN itu??? Kalau menurut aku UN itu adalah suatu ujinan di mana kita sendiri yang akan  menghadapinya ,memang kebanyakan siswa-siswi menggap UN itu sebagai suatu hal yang sangan di takuti ,tapi kalau musalnya kita sendiri yang menghadapinya kita harus siap dalam segala sesuatu nya,salah satu nya kita harus mempersiapkan dari mulai fisik,mental,dan kesiapan kita untuk mengghadapi UN ini,kita tidak perlu merasa takut,gelisah ,sampai-sampai ada yang stress memikirkan UN ini.
Ada tips nih dari aku buat rekan-rekann yang akan menghadap  UN 2012 nanti ,kita harus mempersiapkan dari mulai mental secara kuat atau tidak tegang dalam menghadapi UN nanti,terus mempersiapkan fisik dan kesiapan kita harus di persiapkan dari jauh-jauh hari sebelum UN yang akan di hadapi,kurangi bermain khususnya buat anak cowo sekarang lagi mengincar-ngincar game online benar tidak! !!!,trus sering-sering membaca buku untuk menambah pengetahun atau wawasan kalian…,kita tidak usah merasa ter-tekan saat kita akan menghadapi UN nanti ,kita hadapi dengan tenang dan enjoy aja!!! Khususnya buat siswa-siswi yang akan menghadapi UN …hemmmmmmm mungkin hanya itu saja yang dapat aku berikan buat rekan-rekan ku yang akan menghadapi UN dengan tenang …mudah-mudahan berguna buat kalian semua ..terutama aku yah …hehehehe
Selamat membaca ..:)
AYO KITA HADAPI UN (UJIAN NASIONAL) DENGAN TENANG AND ENJOY!!!!!!!






Minggu, 11 Maret 2012



Merenda Kerinduan Pada Sosok-Sosok Perempuan Pilar Kemuliaan Islam
Melihat peranan perempuan dalam pembangunandan peradaban manusia tidak harus sama dengan kaum lelaki. Jangan mengukur bidang-bidang keilmuan yang diceburi,kitab-kitab yang dikarang, penemuan-penemuan yang dibuat.Peranan mereka jauh lebih penting dan bermakna dari itu semua. Sebab usaha keilmuan dan peradaban tinggi memerlukan pemusatan pikiran dan tenaga yang banyak dan berterusan. Para ilmuwan dan pembina peradaban Islam -yang hampir semuanya laki-laki dapat terus memberikan karya plus menangkis semua halangan, tetapi mereka tidak akan berhasil demikian jika tidak memiliki keharmonisan rumah tangga dan dukungan keluarga yang padu.

Peranan istri shalihah dan keluarga ibarat udara segar-nyaman, kehadirannya menentukan kualitas dan makna kehidupan, meski abstrak, ketiadaannya dapat menukar surga menjadi neraka.

Jangan merasa ciut, walaupun terpaksa menggunakan ukuran yang sempit sekalipun, peranan perempuan tetap terlihat.Pusat kebudayaan dan keilmuan terulung Cordoba Madinah al-Zahra’, dibina oleh Abdul Rahman III sebagai tanda kasihnya kepada Zahrah, salah satu istrinya. Bahkan Ibnu Hazm yang ahli sejarah, yang mengajarinya ilmu khat adalah hamba perempuan istananya.

Musuh-musuh agama kita tahu betul bahwa perempuan muslimah merupakan salah satu unsur kekuatan umat Islam.Makanya,mereka berusaha sekuat tenaga, sepanjang siang dan malam, untuk melumpuhkan pergerakannya, bahkan menggiringnya ke dalam lembah fitnah. Mereka mencurahkan sekian besar perhatian untuk menjadikan perempuan-perempuan muslimah mandul dan hanya melahirkan generasi yang tidak memiliki jati diri dan jauh dari ajaran agama sendiri.

Mereka membuat-buat propaganda isu qadhiyyah mar’ah (problematika perempuan).Yang isinya, sedikit-sedikit persoalan muslimah itu harus dibicarakan dan dibahas kembali untuk diperjuangkan dan mendapat pembelaan.Alasannya, selama ini muslimah itu ada di posisi madzlum. Mereka juga melancarkan serangan terhadap pemakaian hijab dengan segala cara.Mengajak ‘para venus’ melepaskan diri dari “belenggu” dan bersikap bebas, dengan beralasan bahwa hal terpenting saat ini adalah pendidikan dan aktualisasi diri.

Rencana musuh ini sudah merasuki banyak kalangan umat Islam sendiri. Banyak yang justru ikut-ikutan menyebarkan. Mereka seakan-akan lupa bahwa sepanjang sejarah, perempuan tidak pernah mendapat kedudukan yang terhormat, kecuali dalam ajaran Islam.Bahwa Islam memuliakan perempuan ketika menjadi istri, ibu, bahkan ketika masih kanak-kanak.

Sudah saatnya perempuan muslimah tahu fakta ini. Sudah waktunya kita menumbuhkan lagi kerinduan dalam pandangan dan hati untuk mau mengikuti lagi sosok-sosok ideal dan teladan-teladan yang suci nan sholihah seperti para ibu kita, istri-istri Rasullullah saw, kaum wanita dari kalangan sahabat Nabi.

Percayalah, dengan mengikuti lika-liku kehidupan mereka, hati kita akan semakin hidup. Dengan mengerti perjalanan hidup dan keistimewaan mereka, kita dapat meneladani sifat-sifat yang mulia, jasa-jasa yang agung dan karya-karya besar. Dandengan mengikuti jejak langkah mereka, kita dapat meraih kebahagiaan sejati.

Khadijah binti Khuwailid ra.,Ummul Mu’munin

Kita ambil satu sirah sosok teladan ideal, satu ini saja rasanya....

Beliau bintang pertama dari gugusan bintang kenabian. Wanita paling agung sejagat raya sekaligus istri dari manusia paling agung sepanjang zaman. Sosok wanita yang cahayanya memancar dengan cemerlang dalam cakrawala keimanan, kesucian, kehormatan, kemuliaan, kedermawanan dengan keharuman pengorbanan, pembelaan, dan kesetiaan.

Bukti yang paling kuat atas kebijaksanaan, kepintaran, dan kecerdikan Sy.Khadijah adalah ketika menjatuhkan pilihannya kepada Nabi saw sebagai suaminya.Saat itu,beliau adalah seorang lelaki miskin, sedangkan dirinya adalah wanita kaya yang didambakan tokoh kaya Quraisy. Namun Sy.Khadijah menolak mereka. Sesungguhnya Sy.Khadijah menginginkan kepuasan jiwa, kekayaan hati dan kemuliaan akhlak. Nabi pun tidak akan menerima Sy.Khadijah, walau seandainya dia adalah wanita paling kaya di dunia dan wanita paling cantik sejagat raya, jika saja beliau tidak melihat pikiran yang matang dan bijaksana. Beliau mendengar kesaksian kaumnya tentang diri Sy.Khadijah yang memiliki sifat-sifat mulia, karya-karya terpuji, pandai menjaga kehormatan diri, kepribadian yang bersih,dan garis keturunannya yang terpandang.

Sikap mulia yang ditunjukkan Sy.Khadijah selama mendampingi Nabi dikomentari oleh Binti Syathi’ (Aisyah Aburrahman) seperti berikut:

“Adakah seorang wanita selain Sy.Khadijah yang sanggup memberikan suasana kondusif bagi Rasulullah untuk melakukan renungan yang panjang dan sanggup mengorbankan apa yang dimilikinya (dengan bentuk pengorbanan tingkat tinggi). Sehingga, beliau benar-benar siap untuk menerima risalah dari langit?

Adakah seorang istri, selain Sy.Khadijah yang dapat menyambut da’wah monumental yang dibawa oleh Rasulullah dari gua Hira seperti yang ditunjukkan oleh Sy.Khadijah? Yakni, menyambutnya dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan keimanan yang mendalam. Ia sama sekali tidak menodai keyakinan atas kejujuran Rasulullah dan tidak pula meninggalkan keyakinannya bahwa Allah tidak mungkin akan mencelakainya.

Adakah seorang wanita yang terpandang, kaya raya, hidup mewahdan berlimpah selain Sy.Khadijah yang sanggup kehilangan segala yang selama ini ia rasakan, seperti kenyamanan,kemewahan,dan kenikmatan karena lebih memilih untuk tetap mendampingi suaminya dalam menjalani masa-masa yang sangat sulit, tetap mendukungnya saat menerima berbagai macam penderitaan dan intimidasi, demi mempertahankan yang ia yakini sebagai kebenaran?

Tidak mungkin. Hanya Sy.Khadijah yang mampu melakukannya, karena dialah wanita yang ditetapkan oleh Allah untuk mendampingi kehidupan orang yang dipilih-Nya sebagai Rasulullah. Dialah orang pertamayang memeluk Islam dan Allah menjadikannya sebagai sumber perlindungan, ketenangan, dan dukungan bagi Rasulullah saw.”


Bahkan al-Muhibb ath-Thabari menyatakanbahwa rumah Sy.Khadijah adalah tempat yang paling agung setelah Masjidil Haram. Barangkali dikarenakan Rasulullah tinggal cukup lama (kurang lebih selama 29 tahun) di rumah ini dan banyak wahyu yang turun di dalamnya.

Imam Al-Fasi mengatakan bahwa di antara rumah-rumah yang diberkahi di Makkah adalah rumah Sy.Khadijah. Di rumah inilah, lahir Sy.Fatimah. Putri Rasulullah yang menjadi pemimpin para wanita ahli surga. Fakta sejarah juga menyatakan bahwa Rasulullah mengarungi rumah tangga bersama Sy.Khadijah di dalam rumah tersebut. Sy.Khadijah meninggal di dalamnya, dan Rasulullah tetap menempati rumah tersebut hingga hijrah ke Madinah. Setelah itu, kepemilikan rumah itu beralih kepada Uqail bin Abu Thalib yang kemudian dibeli S.Muawiyah bin Abu Sufyan setelah diangkat menjadi khalifah. S.Muawiyah pun mengubah rumah tersebut menjadi masjid pribadi dan beliau selalu shalat di dalamnya.

Hal lain yang jadi keistimewaan Ibunda kita sebagai orang pertama yang melakukannya dan begitu menunjukkan keagungan kedudukan beliau adalah:

Beliau orang pertama yang menerima ucapan salam dari Allah sekaligus kabar gembira mengenai rumah beliau di surga. Yakni dengan hadits yang artinya: Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasululah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan,atau minuman.Jika ia sampai kepadamu, maka sampaikan salam untuknya dari Tuhannya dan dariku. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari bambu tanpa berisik dan tidak melelahkan .” (HR Muttafaq Alaih,diriwayatkan oleh ImamBukhari no.3609 dan Imam Muslim no.2432)

Banyak para ulama berusaha menelusuri tiap kalimat hadits ini:

- Menggunakan kata ‘bambu’ sesuai sifat Sy.Khadijah, yakni menyiapkan tongkat estafet dengan keputusannya langsung beriman kepada Rasulullah sebelum siapapun. Dan ‘bambu’ yang sebagian besar ruasnya lurus sangat sesuai dengan sifat beliau yang selalu lurus, senantiasa berusaha menyenangkan Rasul dengan segala cara.

- Kata ‘rumah’ mengingat Sy.Khadijah adalah pengasuh sebuah rumah dalam sejarah dakwah Islam dan pada hari pertama Rasulullah diutus oleh Allah, belum ada satupun rumah yang menerima ajaran Islam kecuali rumah Sy.Khadijah.

- Kata ‘tanpa berisik dan tidak melelahkan’ sangat sesuai dengan keadaan Sy.Khadijah. Sebab saat Rasulullah mengajaknya memeluk agama Islam, beliau langsung menerimanya dengan sukarela, tanpa mengajukan bantahan atau protes dan tidak pula merasa lelah. Bahkan, beliau berusaha menghilangkan beban berat yang diterima Rasul. Memberi Rasul ketenangan dan meringankan seluruh kesulitannya.

Sunguh ibunda kita ini adalah anugerah Allah yang sangat berarti bagi Rasulullah saw. Beliau wafat saat Rasulullah berusia 50 tahun, sedangkan usia beliau sendiri lebih dari 65 tahun. Rasulullah selalu mengingat Sy.Khadijah dengan tulus sepanjang hidup beliau.[dikutip dari Shahabiyaat Haula ar-Rasul saw]

*Ida Mufidah

(mahasiswi tingkat3 fak. DirasatIslamiyah, univ Al Ahgaff Banat)

Rabu, 29 Februari 2012

Mengapa Semua Agama itu Benar?

Oleh M. Dawam Rahardjo
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa semua agama itu pada hakikatnya sama, dan hanya penampilannya saja yang berbeda-beda. Tapi secara keseluruhan, bangunan agama itu nampak sama atau serupa, atau dapat diabsraksikan menjadi sesuatu yang sama.
Dua orang tokoh pluralis agama, Dr. M. Syafii Anwar (MSA), Direktur The International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) dan Budhy Munawar-Rachman (BMR), mantan Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina, punya persepsi berbeda mengenai pluralisme. MSA, lebih menekankan pandangan mengenai perbedaan agama-agama atau pluralitas agama-agama sebagai premis paham pluralisme agama.  Sementara BMR sebaliknya; ia menganut paham pluralisme berdasarkan pandangan bahwa semua agama itu sama-sama baik dan benar.
Persepsi yang pertama itu diterima sebagai kenyataan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tapi pluralisme menurut BMR ditolak, karena pluralisme dinilai sebagai suatu paham. Yang pertama bersifat obyektif, sedangkan yang kedua subyektif. Namun, yang menarik adalah, kedua tokoh pemikir muda yang sama-sama berhaluan Islam liberal itu tidak saling mengklaim bahwa persepsinya yang benar dan karena itu tidak saling berbantah. Bahkan keduanya nampak saling membenarkan karena sama-sama memahami bahwa perbedaan itu sebenarnya disebabkan perbedaan titik pandang atau perbedaan dasar teori saja, tapi mengarah pada perspektif yang sama, yaitu pluralisme.
Memang, bagi kaum pluralis, pluraritas agama-agama adalah suatu kenyataan. Tapi justru berdasarkan kenyataan itu, diperlukan suatu paham pluralisme (pluralism is needed to deal with plurality). Hal ini sesuai dengan definisi pluralisme itu sendiri, yaitu “suatu paham mengenai pluralitas” (pluralism is an ism about plurality)  Karena itu, tidak bisa disikapi bahwa pluralitas diterima sebagai kenyataan, sedangkan pluralisme ditolak sebagai suatu paham. Namun jika pluralisme ditolak juga, maka hal itu disebabkan ketidak-pahaman, kesalah-pahaman tentang, atau kecutigaan. Misalnya karena pluralisme itu dikaitkan dengan ideologi politik tertentu atau dengan konspirasi global dari Barat.
Penolakan dari pihak Islam juga disebabkan penilaian bahwa pluralisme itu adalah suatu teologi yang lahir dengan latar belakang Kristiani di Barat. Buktinya, pelopor pluralisme agama adalah William Cantwell Smith, John Hick, Hans Kung, atau Leonard Swindler, kesemuanya adalah para pemikir dan teolog Kristen, walau ada juga teolog atau filsuf muslim yang juga berpaham pluralis, seperti Sayed Hosen Nasr,  F. Schoun, dan Hasan Askari.
Tapi baik pluralisme yang bertitiktolak dari segi perbedaan agama-agama maupun semua agama itu baik dan benar, keduanya tetap saja ditolak. Alasannnya, paham pluralisme agama bisa menyebabkan pelemahan akidah. Jika semua agama itu dianggap benar dan sama, maka orang akan mudah berganti agama. Tapi yang lebih penting adalah pernyataan bahwa pandangan semua agama itu baik dan benar, bertentangan dengan akidah Islam atas dasar dalil “Sesungguhnya agama yang diterima oleh Allah itu (hahya) Islam” (Q.S. Ali Imran: 18). Karena itu, pandangan yang dianggap benar adalah: Semua agama itu salah, kecuali Islam, atau hanya Islam sajalah agama yang benar.
Karena kenyataan tentang pluralitas itu tidak menimbulkan kontroversi, maka yang perlu dijelaskan adalah apa maksud pandangan bahwa “semua agama itu baik dan benar?”
Pertama, pernyataan bahwa semua agama itu baik dan benar perlu dijelaskan dengan keterangan “bagi para pemeluknya”. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap pemeluk agama akan berkeyakinan bahwa agama merekalah yang paling baik dan benar. Karena itu, pernyataan bahwa “Sesungguhnya agama yang diterima oleh Allah itu (hanya) Islam”, hanya benar bagi orang Islam. Sedang umat Kristen, tentu akan berpendapat bahwa “keselamatan hanya ada dalam (iman kepada) Kristus”, sebagaimana dinyatakan oleh Vatikan sebelum tahun 1965. Setelah itu, Konsili Vatikan mengakui bahwa keselamatan itu juga terdapat (bisa melalui) agama-agama lain, sebagai pandangan baru atau qaul jadid. Bahkan secara khusus, Vatikan sangat menghargai iman Islam. Namun tetap boleh saja dilakukan klaim bahwa agama tertentulah yang benar, tetapi bagi pemeluknya masing-masing.
Kedua, kebenaran dan keselamatan (salvation) agama itu ada dua macam. Yang satu kebenaran eksklusif, yang lain kebenaran inklusif. Kebenaran eksklusif adalah kebenaran tertentu yang hanya diyakini dalam agama tertentu. Misalnya mengenai doktrin Trinitas. Umat Islam tidak mungkin menerima doktrin itu, namun doktrin itu bersifat fundamental bagi umat Kristen. Sedangkan ajaran cinta kasih dalam agama Kristen adalah kebenaran inklusif yang bisa diterima oleh pemeluk semua agama.
Ketiga, semua agama itu sama, dalam arti semua agama itu, dalam perspektif masing-masing, pada hakikatnya merupakan jalan menuju kebenaran dan kebajikan. Tidak ada agama yang mengajarkan kesalahan atau keburukan dan kejahatan. Namun memang, substansi dari kebenaran dan kebaikan itu berbeda dari satu agama ke agama yang lain.
Keempat, setiap agama mengandung kebenaran, bukan saja bagi pemeluk agama yang bersangkutan, tetapi juga bisa dilihat begitu oleh pemeluk agama lain. Sebagai contoh, umat Islam atau Kristen bisa memetik kebenaran dari Kitab Baghawatgita atau buku-buku Taoisme dan Konfusianisme. Itulah sebabnya Raja Penyair Pujangga Baru, yang juga dianggap sebagai seorang penyair sufi, menerjemahkan Baghawatgita dan puisi-puisi Timur yang secara khusus dihimpun dalam kumpulan sajak “Setanggi Timur”. Karena itu, mengapa para pemeluk agama tidak saling mempelajari agama-agama lain untuk dapat memetik hikmah dan kearifan hidup dari ajaran agama-agama lain? Tidak ada salahnya atau tidak berdosa bagi kaum pluralis untuk mengutip hikmah dari ajaran agama-agama lain dalam khotbah di masjid atau gereja.
Kelima, terdapat kesamaan antara agama-agama. Misalnya ajaran the Ten Commantments atau Sepuluh Perintah Tuhan dari agama Yahudi, dapat ditemui juga pada agama-agama lain. Ajaran puasa juga dapat ditemui pada agama-agama lain, walau tidak semua pemeluk agama bisa melestarikan tradisi itu pada zaman modern ini. Namun para pemeluk agama lain bisa menganggap bahwa ajaran puasa itu adalah suatu ajaran yang benar, karena tujuannya adalah mendidik kemampuan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu (takwa).
Keenam, semua agama itu pada lahir atau detailnya, atau pada tingkat syari’at memang bervariasi, karena pada tingkat itu sudah berperan pemikiran dan perumusan manusia yang dipengaruhi oleh kondisi dan sejarah. Namun pada tingkat yang lebih tinggi (tarekat dan makrifat) akan dijumpai persamaan-persamaan dan akhirnya mencapai titik temu pada tingkat trensenden (hakikat). Ini adalah teori yang disebut transcendent unity yang dikembangkan baik oleh teolog Kristen maupun muslim, walau dalam wacana timbul pro dan kontra. Di lingkungan Islam, teori semacam ini dikemukakan oleh para sufi seperti al-Hallaj, Ibn al-Arabi dan Jalaluddin Rumi, dan dikembangkan oleh Sayed Hosen Nasr, F. Schuon, dan Hasan Askari, dari teolog modern.
 
Ketujuh, semua agama dipandang sama dan benar dimaksudkan sebagai pandangan yang harus diambil oleh negara atau pemerintah. Sebab, negara yang harus bersikap adil terhadap setiap individu dan kelompok, tidak boleh berpandangan bahwa hanya suatu agama saja yang baik dan benar, sedangkan yang lain salah. Inilah sebenarnya salah satu unsur dari sekularisme yang dianut dalam sebuah negara yang demokraris, termasuk di Indonesia. Tapi di Indonesia sendiri yang berideologi Pancasila, juga memandang setiap agama itu benar dan baik. Dengan begitu, setiap agama diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan negara dan masyarakat.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa semua agama itu pada hakikatnya sama, dan hanya penampilannya saja yang berbeda-beda. Tapi secara keseluruhan, bangunan agama itu nampak sama atau serupa, atau dapat diabsraksikan menjadi sesuatu yang sama. Misalnya, Swidler bisa merumuskan bahwa semua agama itu terdiri dari empat aspek yang disebut 4C, yaitu creed (akidah), cult (peribadatan), code (pedoman perilaku atau akhlak), dan community structure (struktur kemasyarakatan). Hanya saja, isi dan substansi dari setiap C itu berbeda-beda. Karena itulah dikatakan, agama-agama itu ide dasarnya sama, tetapi berbeda isi dan eksperasinya.
Pluralisme memang memiliki beberapa dan bukan hanya satu perspektif saja. MUI agaknya keberatan terhadap pluralisme karena hanya melihat satu perspektif saja, yaitu kemungkinan timbulnya sinkretisme. Pihak Kristen, sebagai agama besar dan tentu juga memiliki kelompok fundamentalis, juga keberatan terhadap perspektif ini. Salah satu agama sinkretisme adalah agama Baha’i atau Agama Jawa, sehingga timbul gerakan purifikasi di Indonesia yang dipelopori oleh Muhammadiyah yang dinilai berpaham puritanisme. Tapi sebenarnya, ada beberapa perspektif lain dengan tingkat penerimaan yang berbeda-beda dari agama-agama.   
Pertama adalah persepktif persatuan agama-agama (unity of religions). Persepktif ini sudah banyak diwacanakan di Barat, juga di kalangan Islam. Di kalangan Islam juga sudah dikenal konsep “Kesatuan Agama-Agama” (wahdatul adyân) yang berkembang terutama di kalangamn sufi. Tujuan dari perspektif ini adalah agar agama-agama itu tidak terpecah-belah dan bertengkar satu sama lain, lalu bersatu menghadapi, misalnya ateisme, agnostisme, dan marjinalisasi eksistensi dan peran agama-agama di dunia modern. Namun dalam persatuan itu, identitas agama-agama tidak perlu dilebur seperti dalam sikretisme.
Kedua, terbentuknya “Agama Kewargaan” (civil religion). Kalangan Kristen banyak yang keberatan dengan Agama Kewargaan ini. Namun konsep ini sudah berkembang di Amerika Serikat. Hanya saja, bahan bakunya berasal dari ajaran agama Kristen dan Yahudi yang telah dibumikan (mengalami rasionalisasi dan objektivikasi dalam bumi AS). Dalam masyarakat yang lebih plural agama, bahan bakunya bisa digali dari semua agama-agama dunia. Konsep ini menghimpun semua elemen kebenaran inklusif dari semua agama untuk dijadikan pedoman perilaku bagi warga negara. Tapi “agama” ini tidak disucikan sebagai suatu akidah keagamaan. Namun kaum Kristen juga keberatan dengan konsep ini, karena dianggap melemahkan kedudukan agama-agama, khususnya Kristen. Dalam kenyataannya, agama Kristen formal justru berkembang sangat marak di AS, dengan indikator tingkat kunjungan ke gereja yang makin tinggi.
Ketiga adalah harapan terbentuknya Etika Global (global ethics). Konsep ini dikembangkan oleh Hans Kung dan Leonard Swindler, keduanya adalah rohaniawan Katolik. Konsep ini sebenarnya berlatarbelakang Eropa, karena di kawasan itu, agama—khususnya Kristen—telah mengalami marjinalisasi yang ditandai oleh tutupnya gereja-gereja karena sepi pengunjung. Masyarakat Eropa tidak lagi menjadi penganut agama formal, tapi mengikuti etika umum. Masyarakat AS dianggap paling religius tetapi kurang etis, sebaliknya masyarakat Eropa dianggap tidak religius tetapi sangat etis. Di Jepang, agama-agama Sinto, Buddha, atau Konfusianisme, juga menyurut sebagai agama formal, tetapi masyarakat Jepang memiliki etika yang sangat tinggi. Di tingkat global, agama formal tampaknya juga menyurut karena saling berkelahi, tetapi spiritualisme marak.
Keempat, berkembangnya “Agama Publik” (public religion). Gagasan ini sebenarnya adalah reaksi terhadap sekularisasi agama yang sebagai kredo dan sistem peribadatan memang telah mengalami sekularisasi dan privatisasi, namun doktrin sosial agama ingin dihidupkan kembali, sehingga agama punya peran dalam wacana publik, di tingkat kebangsaan maupun global. Tetapi berbeda dengan agama privat yang sifatnya suci, konsep agama publik bersifat profan. Di dunia Islam, konsep “ekonomi syari’ah” umpamanya, dapat disebut sebagai salah satu contoh Agama Publik yang bisa diikuti tidak saja oleh orang Islam, tetapi juga pemeluk agama lain. Dosen-dosen ekonomi syari’ah di Wolongong University Australia, adalah para pastor. Di sini, ekonomi syari’ah dianggap sebagai suatu “kebenaran objektif”.
Namun dalam teorinya, unsur-unsur agama lain, misalnya manajemen Taoisme,  dapat pula diintegrasikan ke dalam konsep ekonomi syari’ah, sepanjang tidak menyangkut akidah yang mensyaratkan keimanan, sebab ekonomi syari’at sendiri juga tidak mensyaratkan keimanan. Ekonomi syari’ah dilaksanakan oleh City Bank atau HSBC (Hongkong-Shanghai Banking Corporation), bukan karena nasabah percaya kepeda kebenaran ayat suci Alqur’an, melainkan karena penilaian bahwa sistem syari’ah itu mencerminkan keadilan dan kebersamaan, umpamanya.
Kelima, perspektif yang paling dikenal dari pluralisame agama adalah untuk mencapai kesetaraan agama-agama, toleransi dan kerukunan antar umat beragama, serta kerjasama untuk kepentingan bersama yang di Indonesia didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Dengan menyadari perbedaan maupun persamaan agama-agama, terbuka ruang bagi dialog. Dari sudut pandang umat Islam, pluralisme dapat dilaksanakan berdasarkan tiga cara, yaitu saling memahami untuk mencapai salingpengertian dan penghargaan (ta`âruf), berloma-lomba dalam kebajikan (fastabiqul khairât), dan kerjasama dalam takwa dan kebajikan (ta`âwun).

Keterangan: tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Tempo Edisi 44/XXXIII/26 Des-01 Jan/  dengan sedikit editing dari redaksi www.islamlib.com.

maulid nabi muhamad S.A.W

Maulid Nabi Muhammad SAW

29 Feb
Allah swt memilih Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir saat Beliau berusia 40 tahun. Wahyu pertama dari Allah swt kepada Nabi Muhamad SAW adalah Surat al-Alaq yang diberikan melalui perantara malikat Jibril. Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah kenabian kepada umatnya selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.
Muhammad artinya “orang terpuji”. Nama ini belum pernah digunakan dan belum dikenal pada waktu itu. Saat lahir, Muhammad sudah menjadi anak yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir. Dan menjadi yatim piatu ketika berusia enam tahun. Ibunya, Aminah binti Wahab. Sepeninggal kedua orangtuanya, Muhammad diasuh oleh Abdul Muthalib. Setelah kakeknya wafat, Muhammad selanjutnya diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Muhammad. Di Indonesia, perayaan ini jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Dalam bahasa Arab, kata maulid atau milad artinya ‘hari lahir’.  Maulid nabi atau maulid (atau di Jawa dikenal “mulud”). Di Jogja ada tradisi perayaan yang bernama “sekaten” (terambil dari kalimat “syahadatain”).

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Islam jauh setelah Muhammad wafat. Substansi maulid Nabi yaitu penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Abu Said al-Qakburi merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan perayaan Maulud. Dia  seorang gubernur Irbil, Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Namun, ada pendapat lain bahwa perayaan ini diperkenalkan justru oleh Sultan Salahuddin sendiri. Tujuan maulid Nabi saat itu adalah membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, juga untuk meningkatkan semangat perjuangan kaum muslim yang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Di Indonesia, perayaan maulid biasanya dilakukan dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan, seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji, dan pengajian.
Sebagian muslim Sunni dan Syiah memperingatinya. Muslim Sunni memperingati maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal, sedang muslim Syiah memperingati pada tanggal 17 Rabiul Awal, bersamaan dengan hari lahir Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Jafar ash-Shadiq.
Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur resmi. Keikutsertaan dalam ritual perayaan hari besar tersebut dianggap sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagaman bagi para penganutnya.

Pendapat-Pendapat Mengenai Maulid Nabi

Ada beberapa kaum ulama (beraliran Salafi dan Wahhabi) yang tidak merayakan maulid Nabi karena menganggap sebuah bid’ah. Kaum ini beranggapan bahwa orang yang merayakannya sudah salah dalam mengartikannya, sehingga keluar dari substansi kegiatannya. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa peringatan ini bukanlah bid’ah karena kegiatan ini hanyalah ungkapan rasa cinta mereka kepada Muhammad.

1. Pendapat Pertama

Pendapat yang pertama adalah pendapat yang menentang maulid Nabi Muhammad SAW dan mengatakan bahwa peringatan ini termasuk bid’ah mazmumah, menyesatkan. Perayaan ini tidak ditemukan dalam Al Qur’an dan Al Hadis, baik tersurat maupun tersirat.
Seorang ulama besar bernama Syekh tajudiin Al-Iskandari, juga berpendapat bahwa maulid Nabi Muahammad SAW adalah bid’ah mazmumah, menyesatkan. Penolakan tersebut dituangkan dalam kitab Al-Murid Al-Kalam Ala’amal Al-Maulid.

2. Pendapat Kedua

Pendapat kedua sifatnya mendukung maulid Nabi dan beralasan bahwa perayaan ini adalah bid’ah mahmudah, inovasi yang baik, dan tidak bertentangan dengan syariat. Pendapat ini diwakili oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi.
Kedua imam ini berpendapat bahwa maulid Nabi sifatnya bid’ah mahmudah. Artinya, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah, tetapi keberadaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut As-Suyuthi, maulid Nabi merupakan ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia.
Saudaraku, yang paling penting dari segala bentuk acara peringatan Maulid Nabi, justru bagaimana kita bisa menjadikan perilaku Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam perbuatan kita sehari-hari. Kata-kata ini memang mudah untuk ditulis, tetapi membutuhkan komitmen yang kuat untuk mengaplikasikannya.

Rabu, 18 Januari 2012

kebahagiaan seseorang

aku tak meminta untuk di pilih tetapi lebih kepada kamu bisa menyayangi ku dan mempertahan kan ku,dan di saat kau pergi dngan yang lain aku akan menjauh dari mu dan jangan pernah berpikir aku akan membenci mu ...karna sesungguh nya aku tau kebahagiaan mu bukan pada ada diri ku dan biar kanlah rasa ini tetap ada untuk mu....