Maulid Nabi Muhammad SAW
29
Feb
Allah swt memilih Muhammad sebagai
nabi dan rasul terakhir saat Beliau berusia 40 tahun. Wahyu pertama
dari Allah swt kepada Nabi Muhamad SAW adalah Surat al-Alaq yang
diberikan melalui perantara malikat Jibril. Selanjutnya Nabi Muhammad
SAW menyampaikan risalah kenabian kepada umatnya selama 22 tahun 2 bulan
dan 22 hari.Muhammad artinya “orang terpuji”. Nama ini belum pernah digunakan dan belum dikenal pada waktu itu. Saat lahir, Muhammad sudah menjadi anak yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir. Dan menjadi yatim piatu ketika berusia enam tahun. Ibunya, Aminah binti Wahab. Sepeninggal kedua orangtuanya, Muhammad diasuh oleh Abdul Muthalib. Setelah kakeknya wafat, Muhammad selanjutnya diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Muhammad. Di Indonesia, perayaan ini jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Dalam bahasa Arab, kata maulid atau milad artinya ‘hari lahir’. Maulid nabi atau maulid (atau di Jawa dikenal “mulud”). Di Jogja ada tradisi perayaan yang bernama “sekaten” (terambil dari kalimat “syahadatain”).Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Islam jauh setelah Muhammad wafat. Substansi maulid Nabi yaitu penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Abu Said al-Qakburi merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan perayaan Maulud. Dia seorang gubernur Irbil, Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Namun, ada pendapat lain bahwa perayaan ini diperkenalkan justru oleh Sultan Salahuddin sendiri. Tujuan maulid Nabi saat itu adalah membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, juga untuk meningkatkan semangat perjuangan kaum muslim yang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Di Indonesia, perayaan maulid biasanya dilakukan dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan, seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji, dan pengajian.
Sebagian muslim Sunni dan Syiah memperingatinya. Muslim Sunni memperingati maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal, sedang muslim Syiah memperingati pada tanggal 17 Rabiul Awal, bersamaan dengan hari lahir Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Jafar ash-Shadiq.
Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur resmi. Keikutsertaan dalam ritual perayaan hari besar tersebut dianggap sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagaman bagi para penganutnya.
Pendapat-Pendapat Mengenai Maulid Nabi
Ada beberapa kaum ulama (beraliran Salafi dan Wahhabi) yang tidak merayakan maulid Nabi karena menganggap sebuah bid’ah. Kaum ini beranggapan bahwa orang yang merayakannya sudah salah dalam mengartikannya, sehingga keluar dari substansi kegiatannya. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa peringatan ini bukanlah bid’ah karena kegiatan ini hanyalah ungkapan rasa cinta mereka kepada Muhammad.1. Pendapat Pertama
Pendapat yang pertama adalah pendapat yang menentang maulid Nabi Muhammad SAW dan mengatakan bahwa peringatan ini termasuk bid’ah mazmumah, menyesatkan. Perayaan ini tidak ditemukan dalam Al Qur’an dan Al Hadis, baik tersurat maupun tersirat.Seorang ulama besar bernama Syekh tajudiin Al-Iskandari, juga berpendapat bahwa maulid Nabi Muahammad SAW adalah bid’ah mazmumah, menyesatkan. Penolakan tersebut dituangkan dalam kitab Al-Murid Al-Kalam Ala’amal Al-Maulid.
2. Pendapat Kedua
Pendapat kedua sifatnya mendukung maulid Nabi dan beralasan bahwa perayaan ini adalah bid’ah mahmudah, inovasi yang baik, dan tidak bertentangan dengan syariat. Pendapat ini diwakili oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi.Kedua imam ini berpendapat bahwa maulid Nabi sifatnya bid’ah mahmudah. Artinya, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah, tetapi keberadaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut As-Suyuthi, maulid Nabi merupakan ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia.
Saudaraku, yang paling penting dari segala bentuk acara peringatan Maulid Nabi, justru bagaimana kita bisa menjadikan perilaku Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam perbuatan kita sehari-hari. Kata-kata ini memang mudah untuk ditulis, tetapi membutuhkan komitmen yang kuat untuk mengaplikasikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar