Peranan istri shalihah dan keluarga ibarat udara segar-nyaman, kehadirannya menentukan kualitas dan makna kehidupan, meski abstrak, ketiadaannya dapat menukar surga menjadi neraka.
Jangan merasa ciut, walaupun terpaksa menggunakan ukuran yang sempit sekalipun, peranan perempuan tetap terlihat.Pusat kebudayaan dan keilmuan terulung Cordoba Madinah al-Zahra’, dibina oleh Abdul Rahman III sebagai tanda kasihnya kepada Zahrah, salah satu istrinya. Bahkan Ibnu Hazm yang ahli sejarah, yang mengajarinya ilmu khat adalah hamba perempuan istananya.
Musuh-musuh agama kita tahu betul bahwa perempuan muslimah merupakan salah satu unsur kekuatan umat Islam.Makanya,mereka berusaha sekuat tenaga, sepanjang siang dan malam, untuk melumpuhkan pergerakannya, bahkan menggiringnya ke dalam lembah fitnah. Mereka mencurahkan sekian besar perhatian untuk menjadikan perempuan-perempuan muslimah mandul dan hanya melahirkan generasi yang tidak memiliki jati diri dan jauh dari ajaran agama sendiri.
Mereka membuat-buat propaganda isu qadhiyyah mar’ah (problematika perempuan).Yang isinya, sedikit-sedikit persoalan muslimah itu harus dibicarakan dan dibahas kembali untuk diperjuangkan dan mendapat pembelaan.Alasannya, selama ini muslimah itu ada di posisi madzlum. Mereka juga melancarkan serangan terhadap pemakaian hijab dengan segala cara.Mengajak ‘para venus’ melepaskan diri dari “belenggu” dan bersikap bebas, dengan beralasan bahwa hal terpenting saat ini adalah pendidikan dan aktualisasi diri.
Rencana musuh ini sudah merasuki banyak kalangan umat Islam sendiri. Banyak yang justru ikut-ikutan menyebarkan. Mereka seakan-akan lupa bahwa sepanjang sejarah, perempuan tidak pernah mendapat kedudukan yang terhormat, kecuali dalam ajaran Islam.Bahwa Islam memuliakan perempuan ketika menjadi istri, ibu, bahkan ketika masih kanak-kanak.
Sudah saatnya perempuan muslimah tahu fakta ini. Sudah waktunya kita menumbuhkan lagi kerinduan dalam pandangan dan hati untuk mau mengikuti lagi sosok-sosok ideal dan teladan-teladan yang suci nan sholihah seperti para ibu kita, istri-istri Rasullullah saw, kaum wanita dari kalangan sahabat Nabi.
Percayalah, dengan mengikuti lika-liku kehidupan mereka, hati kita akan semakin hidup. Dengan mengerti perjalanan hidup dan keistimewaan mereka, kita dapat meneladani sifat-sifat yang mulia, jasa-jasa yang agung dan karya-karya besar. Dandengan mengikuti jejak langkah mereka, kita dapat meraih kebahagiaan sejati.
Khadijah binti Khuwailid ra.,Ummul Mu’munin
Kita ambil satu sirah sosok teladan ideal, satu ini saja rasanya....
Beliau bintang pertama dari gugusan bintang kenabian. Wanita paling agung sejagat raya sekaligus istri dari manusia paling agung sepanjang zaman. Sosok wanita yang cahayanya memancar dengan cemerlang dalam cakrawala keimanan, kesucian, kehormatan, kemuliaan, kedermawanan dengan keharuman pengorbanan, pembelaan, dan kesetiaan.
Bukti yang paling kuat atas kebijaksanaan, kepintaran, dan kecerdikan Sy.Khadijah adalah ketika menjatuhkan pilihannya kepada Nabi saw sebagai suaminya.Saat itu,beliau adalah seorang lelaki miskin, sedangkan dirinya adalah wanita kaya yang didambakan tokoh kaya Quraisy. Namun Sy.Khadijah menolak mereka. Sesungguhnya Sy.Khadijah menginginkan kepuasan jiwa, kekayaan hati dan kemuliaan akhlak. Nabi pun tidak akan menerima Sy.Khadijah, walau seandainya dia adalah wanita paling kaya di dunia dan wanita paling cantik sejagat raya, jika saja beliau tidak melihat pikiran yang matang dan bijaksana. Beliau mendengar kesaksian kaumnya tentang diri Sy.Khadijah yang memiliki sifat-sifat mulia, karya-karya terpuji, pandai menjaga kehormatan diri, kepribadian yang bersih,dan garis keturunannya yang terpandang.
Sikap mulia yang ditunjukkan Sy.Khadijah selama mendampingi Nabi dikomentari oleh Binti Syathi’ (Aisyah Aburrahman) seperti berikut:
“Adakah seorang wanita selain Sy.Khadijah yang sanggup memberikan suasana kondusif bagi Rasulullah untuk melakukan renungan yang panjang dan sanggup mengorbankan apa yang dimilikinya (dengan bentuk pengorbanan tingkat tinggi). Sehingga, beliau benar-benar siap untuk menerima risalah dari langit?
Adakah seorang istri, selain Sy.Khadijah yang dapat menyambut da’wah monumental yang dibawa oleh Rasulullah dari gua Hira seperti yang ditunjukkan oleh Sy.Khadijah? Yakni, menyambutnya dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan keimanan yang mendalam. Ia sama sekali tidak menodai keyakinan atas kejujuran Rasulullah dan tidak pula meninggalkan keyakinannya bahwa Allah tidak mungkin akan mencelakainya.
Adakah seorang wanita yang terpandang, kaya raya, hidup mewahdan berlimpah selain Sy.Khadijah yang sanggup kehilangan segala yang selama ini ia rasakan, seperti kenyamanan,kemewahan,dan kenikmatan karena lebih memilih untuk tetap mendampingi suaminya dalam menjalani masa-masa yang sangat sulit, tetap mendukungnya saat menerima berbagai macam penderitaan dan intimidasi, demi mempertahankan yang ia yakini sebagai kebenaran?
Tidak mungkin. Hanya Sy.Khadijah yang mampu melakukannya, karena dialah wanita yang ditetapkan oleh Allah untuk mendampingi kehidupan orang yang dipilih-Nya sebagai Rasulullah. Dialah orang pertamayang memeluk Islam dan Allah menjadikannya sebagai sumber perlindungan, ketenangan, dan dukungan bagi Rasulullah saw.”
Bahkan al-Muhibb ath-Thabari menyatakanbahwa rumah Sy.Khadijah adalah tempat yang paling agung setelah Masjidil Haram. Barangkali dikarenakan Rasulullah tinggal cukup lama (kurang lebih selama 29 tahun) di rumah ini dan banyak wahyu yang turun di dalamnya.
Imam Al-Fasi mengatakan bahwa di antara rumah-rumah yang diberkahi di Makkah adalah rumah Sy.Khadijah. Di rumah inilah, lahir Sy.Fatimah. Putri Rasulullah yang menjadi pemimpin para wanita ahli surga. Fakta sejarah juga menyatakan bahwa Rasulullah mengarungi rumah tangga bersama Sy.Khadijah di dalam rumah tersebut. Sy.Khadijah meninggal di dalamnya, dan Rasulullah tetap menempati rumah tersebut hingga hijrah ke Madinah. Setelah itu, kepemilikan rumah itu beralih kepada Uqail bin Abu Thalib yang kemudian dibeli S.Muawiyah bin Abu Sufyan setelah diangkat menjadi khalifah. S.Muawiyah pun mengubah rumah tersebut menjadi masjid pribadi dan beliau selalu shalat di dalamnya.
Hal lain yang jadi keistimewaan Ibunda kita sebagai orang pertama yang melakukannya dan begitu menunjukkan keagungan kedudukan beliau adalah:
Beliau orang pertama yang menerima ucapan salam dari Allah sekaligus kabar gembira mengenai rumah beliau di surga. Yakni dengan hadits yang artinya: Abu Hurairah ra mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasululah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan,atau minuman.Jika ia sampai kepadamu, maka sampaikan salam untuknya dari Tuhannya dan dariku. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari bambu tanpa berisik dan tidak melelahkan .” (HR Muttafaq Alaih,diriwayatkan oleh ImamBukhari no.3609 dan Imam Muslim no.2432)
Banyak para ulama berusaha menelusuri tiap kalimat hadits ini:
- Menggunakan kata ‘bambu’ sesuai sifat Sy.Khadijah, yakni menyiapkan tongkat estafet dengan keputusannya langsung beriman kepada Rasulullah sebelum siapapun. Dan ‘bambu’ yang sebagian besar ruasnya lurus sangat sesuai dengan sifat beliau yang selalu lurus, senantiasa berusaha menyenangkan Rasul dengan segala cara.
- Kata ‘rumah’ mengingat Sy.Khadijah adalah pengasuh sebuah rumah dalam sejarah dakwah Islam dan pada hari pertama Rasulullah diutus oleh Allah, belum ada satupun rumah yang menerima ajaran Islam kecuali rumah Sy.Khadijah.
- Kata ‘tanpa berisik dan tidak melelahkan’ sangat sesuai dengan keadaan Sy.Khadijah. Sebab saat Rasulullah mengajaknya memeluk agama Islam, beliau langsung menerimanya dengan sukarela, tanpa mengajukan bantahan atau protes dan tidak pula merasa lelah. Bahkan, beliau berusaha menghilangkan beban berat yang diterima Rasul. Memberi Rasul ketenangan dan meringankan seluruh kesulitannya.
Sunguh ibunda kita ini adalah anugerah Allah yang sangat berarti bagi Rasulullah saw. Beliau wafat saat Rasulullah berusia 50 tahun, sedangkan usia beliau sendiri lebih dari 65 tahun. Rasulullah selalu mengingat Sy.Khadijah dengan tulus sepanjang hidup beliau.[dikutip dari Shahabiyaat Haula ar-Rasul saw]
*Ida Mufidah
(mahasiswi tingkat3 fak. DirasatIslamiyah, univ Al Ahgaff Banat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar